Minggu, 29 Juli 2012

Taman tradisional gaya Bali

Ciri khas taman tradisional gaya Bali tidak terlepas dari pohon kamboja ( juga pandan bali ), patung batu, lampu taman, kolam, gapura dan gazebo tradisional yang biasa dikenal sebagai bale bengong.
Untuk lokasi di daerah pesisir laut kita juga dapat menambahkan pohon sadeng dan kelapa yang mencirikan taman tropis.

Terdapat tiga jenis pohon kamboja yang dapat dipergunakan untuk taman antara lain kamboja putih, kamboja merah dan kamboja kuning. Kamboja putih cenderung memiliki diameter besar dengan permukaan batang pohon yang kasar ( tampilan batang inilah yang menjadi daya tarik seni pohon kamboja ini ). Ada dua   macam pohon kamboja putih ini yaitu kamboja putih daun besar dan daun kecil. Kamboja putih daun besar biasa kita temui di area pekuburan. Sedangkan kamboja putih daun kecil biasa kita temui di area pura, tepi jalan dan halaman rumah penduduk.


Pohon kamboja merah memiliki diameter lebih kecil, memiliki bunga berwarna mulai merah muda sampai merah marun. Sedangkan kamboja kuning atau biasa dikenal sebagai kamboja cendana yang memiliki aroma  sangat wangi.

Perlu diperhatikan bahwa pohon kamboja yang dipergunakan disini bukan berasal dari kuburan, tetapi berasal dari halaman rumah penduduk atau hutan.

Ada banyak jenis patung batu yang dapat dimasukkan sebagai salah satu unsur taman, ada yang terbuat dari batu padas atau paras yang biasa berwarna putih kekuningan, batu andesit atau batu candi yang berwarna hitam dan batu buatan yang terbuat dari semen yang berwarna keabuan.


Pada mulanya lampu taman tradisional Bali menggunakan obor sebagai lampunya, namun dengan perkembangan jaman digantikan lampu taman modern. Kita dapat memilih jenis lampu berdasarkan warna dan fungsinya didalam taman. Fungsi lampu ini sebagai sumber penerangan juga dimanfaatkan untuk memberikan suasana tertentu dalam suatu taman. Mulai dari suasana yang terang sebagai suatu penanda tempat sampai yang redup untuk menampilkan suasana eksotik dan romantis. Keberhasilan suatu taman sangat ditentukan pada penataan lampu ini. Desain tata lampu yang baik bukan berdasarkan fungsinya sebagai penerangan tapi bagaimana supaya bisa memberikan suasana tertentu di dalam taman.



Kolam yang dimaksud ini bisa berupa kolam ikan atau kolam renang.
Penempatan kolam ikan yang dipadukan secara tepat dengan unsur taman yang lain, pemilihan jenis tanaman, pengaturan pencahayaan dan pemakaian patung akan menghasilkan taman yang sangat eksotis. 

Mendesain, menata dan membangun suatu taman sama halnya melukis diatas suatu kanvas. Membuat suatu taman adalah mudah tapi menciptakan suatu seni taman itu yang menjadi tantangan tersendiri bagi arsitek taman.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar